Tutorial terbaru, Berita terbaru, Sumber informasi

Nanya Mulu

Cari dan berbagi informasi disini.

Nanya Mulu

Cari dan berbagi informasi disini.

Nanya Mulu

Cari dan berbagi informasi disini.

Nanya Mulu

Cari dan berbagi informasi disini.

Nanya Mulu

Cari dan berbagi informasi disini.

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

E-Commerce

E-Commerce
Berikut ini definisi atau pengertian e-commerce dan manfaatnya.
Electronic Commerce atau disingkat E-Commerce, istilah ini biasanya selalu dihubungkan dengan jual-beli online atau transaksi yang melibatkan penjualan dan pembelian produk maupun jasa melalui internet. Saat ini E-Commerce sedang populer tapi mungkin masih ada beberapa orang yang belum sepenuhnya mengerti, baiklah bagi yang belum mengerti kamu dapat membaca penjelasannya di bawah ini.

A. Penjelasan E-Commerce

Yang dimaksud dengan e-commerce adalah suatu proses penjualan dan pembelian produk maupun jasa yang dilakukan secara elektronik yaitu melalui jaringan komputer atau internet. Arti lain dari e-commerce yaitu penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksi bisnis untuk menciptakan, mengubah dan mendefenisikan kembali hubungan yang baru antara penjual dan pembeli.

B. Bentuk atau Model E-Comerce

Saat ini model dari e-commerce dibagi menjadi 5 (lima) macam, yang diantaranya sebagai berikut:

a. B to B e-commerce

B to B (Busines to Business) e-commerce, merupakan perdagangan secara elektronik antara organisasi atau perusahaan. Para ahli memprediksi bahwa B to B e-commerce ini akan semakin berkembang dengan cepat.

b. B to C e-commerce

B to C (Business to Consumer) e-commerce, merupakan perdagangan antara organisasi atau perusahaan dan konsumen. B to C adalah salah satu dari bentuk e-commerce yang biasanya penjualan produk akan dilakukan secara eceran dari perusahaan kepada para konsumen. Kebanyakan konsumen akan membeli barang yang berbentuk fisik seperti telepon genggam, pakaian, buku dll. atau barang digital seperti softwere, e-book dll.

c. B to G e-commerce

B to G (Business to Government) e-commerce, merupakan perdagangan antara perusahaan dengan pemerintah, misalnya seperti pengadaan koneksi internet, prosedeur perjanjian maupun kegiatan lainnya yang melibatkan bisnis antara perusahaan dan pemerintah.

d. C to C e-commerce

C to C (Consumer to Consumer) e-commerce, merupakan perdagangan antara individu dengan konsumen. C to C dapat dikatakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lain dengan menggunakan media elektronik atau online.

e. M – Commerce

M-Commerce (Mobile Commerce), merupakan perdagangan melalui perangkat elektronik tanpa kabel atau nirkabel misalnya melalui perangkat genggam seperti PDA.

C. Apakah perbedaan E-Comerce dengan E-Business?

Tentunya Perdagangan Elektronik (e-commerce) dan e-business mempunyai arti maupun konsep yang berbeda. Pada e-commerce teknologi informasi dan komunikasi digunakan hanya secara internal oleh organisasi atau perusahaan. Sedangkan pada e-business teknologi informasi dan komunikasi digunakan untuk meningkatkan bisnis perusahaan yang mencangkup semua aspek bisnis baik itu yang profit maupun nonprofit.

D. Hambatan UKM untuk menjalankan E-Commerce

Beberapa hal yang dapat menjadi penghambat dalam pelaksanaan e-commerce pada sektor UKM, diantaranya seperti:

a. Kurangnya kesadaran akan pentingnya nilai e-commerce

Umumnya di negara yang masih tertinggal dan sedang berkembang UKM tidak menggunakan e-commerce dalam menjalankan bisnisnya, sebab mereka masih belum melihat seberapa besar manfaat yang didapatkan dari e-commerce.

b. Kurangnya pengetahuan dan kemampuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi

Di negara yang masih tertinggal dan masih berkembang orang-orang yang memahami teknologi informasi dan komunikasi masih sangat terbatas, oleh karena itu pembisnis yang menjalankan UKM masih jarang menggunakan e-commerce dalam memasarkan produknya.

c. Masalah pada sektor finansial

Bagi UKM di negara yang masih tertinggal dan berkembang terasa berat jika menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam menjalankan bisnisnya.

d. Infrastruktur yang masih belum memadai

Tentunya dibutuhkan infrastruktur yang memadai untuk menjalankan e-commerce, disinilah peran pemerintah untuk membangun infrastruktur yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh UKM untuk berbisnis menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

e. Security atau keamanan.

Masalah keamanan menjadi salah satu yang menjadi penyebab e-commerce masih jarang di terapkan. Karena orang-orang masih merasa takut untuk melakukan transaksi secara online, selain itu kurangnya pemahamanpun dapat menjadi rasa takut orang melakukan transaksi. Padahal saat ini keamanan transaksi secara online sudah semakin meningkat contohnya dengan menggunakan rekening bersama jadi semakin lebih aman.

E. Beberapa contoh bentuk e-commerce

Perdagangan online melalui Website.
Transaksi bisnis secara online antara perusahaan.
TV Interaktif, Internet via TV.
Internet banking, dan lain-lain.

F. Manfaat E-Commerce bagi perusahaan

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh perusahaan dari e-commerce, diantaranya:

a. Buka sepanjang waktu

Seperti situs atau web e-commerce yang dapat beroperasi setiap waktu selama 24 jam sehari dan tentunya setiap hari. Dapat disimpulkan hal seperti ini dapat meningkatkan jumlah konsumen dan pesanan yang diterima akan semakin bertambah.

b. Melewati batasan geografis atau jangkauan global

Toko fisik tentunya akan dibatasi oleh wilayah geografis. Dengan menggunakan e-commerce maka seluruh penjuru dunia dapat dikatakan wilayah untuk menjalankan bisnis. Karena dengan e-commerce perusahaan dapat menjalankan bisnis dengan jangkauan yang lebih luas.

c. Dapat memperoleh konsumen melalui pencarian di internet

Situs atau web e-commerce perusahaan bisa saja ditemukan oleh konsumen jika mereka mencarinya di internet dan tentunya hal ini akan menjadi salah satu keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan dalam berbisnis karena pelanggan baru akan berdatangan.

d. Biaya promosi yang relatif rendah

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari e-commerce yaitu biaya promosi yang relatif rendah. Tentunya hal seperti ini akan menjadi salah satu keuntungan bagi perusahaan dalam mempromosikan produknya kepada para konsumen.

e. Mencari produk menjadi lebih cepat dan akurat

Misalnya pada situs atau web e-commerce perusahaan konsumen dapat mencari produk dengan cara menklik katalog atau tombol menu yang telah disediakan di websitenya atau bisa juga menggunakan kotak pencarian, sehingga konsumen dapat menemukan produk yang diinginkannya.

f. Dapat memberikan informasi yang akurat dan up-to-date

Tentunya informasi akan semakin lengkap dan lebih mudah disampaikan kepada para konsumen. Biasanya informasi tersebut berisi spesifikasi mengenai produk-produk yang dijual oleh perusahaan. Informasipun dapat di update kapan saja jika ada pemberitahuan atau penjelasan yang baru mengenai produk yang dijual kepada konsumen.

G. Manfaat E-Commerce bagi konsumen atau pelanggan

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh konsumen dari e-commerce, diantaranya:

a. Dimana saja dan kapan saja

Konsumen dapat bertransaksi kapan saja dan tentunya dapat membeli produk yang di inginkannya kapan saja, selama ada koneksi internet.

b. Lebih banyak pilihan produk dan jasa

Produk yang ditampilkan dalam website e-commerce tentunya akan banyak pilihan, sebab untuk menupdate informasi mengenai produk dapat dilakukan dengan mudah.

c. Harga yang relatif lebih murah

Dapat dilihat dan coba bandingkan biasanya harga dari produk yang ditawarkan di website e-commerce relatif lebih murah di bandingkan dengan produk yang ditawarkan di toko-toko fisik.

d. Ketersediaan informasi

Tersedianya informasi yang akurat mengenai informasi atau spesifikasi produk yang di inginkan.

e. Memberikan perbandingan harga saat berbelanja

Semakin banyaknya e-commerce sehingga dapat memungkinkan konsumen untuk mencari produk yang dicarinya dari beberapa website perusahaan dan nantinya konsumen akan menentukan harga terbaik.

f. Kesempatan berpartisipasi

Konsumen dapat memberikan testimoni atau komentar mengenai pelayanan dan produk yang sudah dibelinya. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

H. Metode pembayaran dalam E-Commerce

Adapun beberapa metode pembayaran yang ada dalam e-commerce saat ini, diantaranya:

a. Metode Tradisional

COD (Cash on Delivery), Merupakan metode pembayaran yang dilakukan secara tunai pada saat produk sudah diterima.
Bank Payments, merupakan metode pembayaran yang dilakukan dengan cara mentransfer uang ke nomer rekening perusahaan yang menjual produk. Produk yang dibeli konsumen akan dikirim melalui jasa pengiriman barang, setelah konsumen melakukan pembayaran.

b. Metode Elektronik

Innovations affecting consumers, merupakan pembayaran dengan kartu kredit atau debit, e-banking dan ATM.
Innovations enabling online commerce, Metode pembayaran ini masih kurang populer di negara-negara yang sedang berkembang, metode ini misalnya menggunakan e-checks, smart card, e-cash dan kartu kredit yang terenkripsi
Innovations affecting companies, metode ini berkaitan dengan mekanisme bank sudah sediakan oleh bank untuk klien mereka, misalnya seperti transfer antar bank melalui kliring yang memperbolehkan untuk melakukan pembayaran melalui deposit secara langsung.

I. Apa saja peranan E-Commerce bagi enterpreuneurship?

Adapun beberapa peranan e-commerce bagi enterpreuneurship pada suatu negara, diantaranya:

Dapat memberikan fasilitas akses bagi para pengraji maupun UKM untuk menjual produknya ke pasar dunia.
Dapat memberikan jalan atau akses bagi perusahaan di negara yang masih tertinggal untuk masuk ke perdagangan internasional.
Dapat memberikan fasilitas untuk melakukan promosi bagi negara yang sedang berkembang, misalnya melakukan promosi tempat wisata melalui internet.
Dapat membantu memberikan layanan untuk perusahaan atau pembisnis di negara-negara berkembang supaya dapat beroprasi secara efesien.

Sumber : Berbagai sumber

Pengertian M-dagang

Pengertian M-dagang
M-dagang atau M-Commerce (Mobile-Commerce, mCommerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) dengan menggunakan peralatan portabel/mobile seperti: telepon genggam, telepon pintar, PDA, notebook, dan lain lain. Pada saat pengguna komputer berpindah dari satu tempat ke tempat lain (sewaktu berada dalam mobil, misalnya), pengguna komputer tersebut dapat melakukan transaksi jual beli produk di Internet dengan menggunakan sistem m-dagang ini. Selain m-dagang, istilah lain yang sering dipakai adalah m-bisnis (Mobile Business atau m-business).

Dasarnya, m-dagang adalah gabungan dari perdagangan elektronik (e-dagang) dengan mobile computing. Bisa dikatakan bahwa m-dagang ini adalah e-dagang yang berada dalam lingkungan nirkabel. Seperti halnya e-dagang pada umumnya, penggunaan m-dagang bisa ditransaksikan melalui Internet, jaringan komunikasi pribadi, kartu pintar, dan infrastruktur lainnya. M-dagang membuka peluang untuk memberikan layanan baru bagi customer yang telah ada, dan untuk menarik customer baru.

Berkembangnya m-dagang

Perkembangan m-dagang disebabkan oleh beberapa faktor:

Semakin berkembangya peralatan nirkabel yang mobile.
Pada tahun 2005, pengguna ponsel di dunia mencapai 1.5 miliar. Diestimasikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan sekitar 70 persen ponsel di negara maju akan memiliki akses Internet. Di negara berkembangpun pertumbuhan penggunaan ponsel kian cepat, hingga pertumbuhan ini bisa memacu negara berkembang untuk memasuki era m-dagang.

Tidak lagi membutuhkan PC
Kini, karena banyaknya telepon pintar atau perangkat nirkabel lainnya yang beredar, orang tidak lagi membutuhkan PC untuk berInternet dengan kabel.

“Budaya telepon seluler”
Muncul budaya ponsel terutama di kalangan muda. Kalangan ini akan berpotensi melakukan jual-beli online untuk bertransaksi.

Biaya yang cenderung menurun
Harga perangkat nirkabel semakin menurun. Tarif penyedia layanan internet juga semakin murah.

Perbaikan bandwidth
Untuk mendukung m-dagang, amat penting memperbaiki jaringan dan cukup bandwidth untuk mengirim informasi berupa teks, video, suara dan multimedia. 3G, Wi-Fi dan Wi-Max sudah menyediakan bandwidth yang cukup.

Aplikasi m-dagang
Beberapa aplikasi yang populer dengan menggunakan m–dagang antaralain layanan keuangan, akses informasi, transaksi bisnis, dan sebagainya.

Sumber : Wikipedia

Pengertian E-Business

Pengertian E-Business
E-bussiness (Inggris: Electronic Business, atau "E-business") dapat diterjemahkan sebagai kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dengan menggunakan sistem informasi komputer. Istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM ini, sekarang merupakan bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. E-bisnis memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal mereka secara lebih efisien dan fleksibel. E-bisnis juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Dalam penggunaan sehari-hari, e-bisnis tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik atau e-commerce) saja. Dalam hal ini, e-dagang lebih merupakan sub bagian dari e-bisnis, sementara e-bisnis meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari e-bisnis, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-dagang mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan .

Sementara itu, e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-bisnis memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

Sumber : Wikipedia

Pengertian L-dagang

L-dagang
L-dagang atau L-Commerce (Location based-Commerce) adalah sistem perdagangan elektronik (e-Commerce) yang menekankan pada pencarian informasi yang dihasilkan oleh peralatan GPS (Global Positioning Systems) dan satelit. Berbeda dengan m-dagang yang lebih menekankan pada aspek pemakaian peralatan mobile, maka L-dagang bisa menggunakan baik peralatan mobile maupun komputer jenis desktop.

Salah satu contoh yang sering dijumpai dalam L-dagang adalah pencarian informasi mengenai letak restoran yang terdekat dengan tempat pengguna Internet tersebut berada. Contoh lain dari L-dagang adalah sistem penelusuran paket pengiriman barang yang dikirim lewat perusahaan UPS atau Federal Express di Amerika Serikat. Namun sekarang, L-dagang juga sudah mulai dipakai untuk melihat waktu kedatangan bis kota secara tepat di suatu halte bis tertentu, yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin yang mencekam tiba.

Sumber : Wikipedia

Pengertian M-Banking (mobile banking)

Pengertian M-Banking (mobile banking)
Elektronik Perbankan M-Banking

Pengertian Mobile Banking
Perbankan di Indonesia pada masa sekarang ini telah mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Mobile banking pada umunya disebut M-Banking yang merupakan sebuah sistem layanan dari sebuah lembaga keuangan seperti Bank untuk melakukan sejumlah transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon seluler. Fasilitas mobile banking adalah sebuah fasilitas dari bank dalam era modern ini yang mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Fasilitas mobile banking ini merupakan fasilitas dalam komunikasi yang bergerak dan diakses melalui telepon seluler berbasis GSM. M-Banking digunakan dengan menu yang sudah tersedia di SIM Card yang saat ini menggunakan media Short Message Service. Dalam telepon seluler, kemampuannya mampu bergerak (hal ini disebut dengan mobile) tanpa batas ruang dan waktu, juga memungkinkan manusia untuk berjalan dengan aktivitas yang sedang dijalankan seperti yang diungkapkan oleh Sunarto. Telepon seluler bekerja dengan cara menerima sinyal elektromagnetik dari sebuah pemancar. Pemancar telepon seluler disebut dengan Base Transceiver Station . BTS biasanya diletakan pada tempat tertentu dengan cara irisan-irisan daerah yang disebut cell dan ditandai dengan antena yang dipasang pada daerah tersebut. Jika salah seorang sedang ada yang melakukan perjalanan jarak jauh maka ponsel mereka akan menerima sinyal dari satu BTS ke BTS lainya. Teknologi pada telepon seluler yang digunakan saat ini menggunakan GSM dan CDMA. Perbedaan antara GSM dan CDMA terletak pada bagaimana suara yang dikirimkan dari pengirim ke penerima. Sistem kerja dari jaringan GSM (Global System for Mobile Communications) bekerja dengan mengompresi suara yang masuk ke jaringan GSM ke dalam format digital sehingga mempunyai jaringan yang terkadang bersifat kecil untuk ditangkap dari sebuah telepon seluler jika sedang berada di tempat yang terpencil Setiap pengguna GSM memiliki sebuah SIM Card (Subscriber Identity Module) untuk mendapatkan layanan dari operator GSM.

Telepon seluler merupakan sebuah sistem komunikasi yang sudah dipastikan pada masa sekarang ini dipakai sebagai alat komunikasi yang berguna bagi setiap orang. Dalam sistem perbankan yang memiliki akses M-banking, di mana setiap orang dapat dengan mudah memakai fasilitas seperti transfer dana, informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar uang, pembayaran kartu kredit, telepon, listrik dan asuransi, juga dapat digunakan untuk pembelian isi ulang pulsa.
Dalam keunggulan dari M-banking tersebut, dikeluarkan aturan oleh Bank Indonesia mengenai pengelolaan dan manajemen risiko penyelenggaraan kegiatan internet banking (termasuk pada mobile banking) berdasarkan peraturan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 tentang penerapan manajemen Risiko pada aktivitas pelayanan jasa bank melalui sistem internet.
Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini pada mobile banking telah menciptakan jenis-jenis dan peluang bisnis yang baru di mana transaksi-transaksi bisnis semakin banyak dilakukan secara elektronik. Sehubungan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi tersebut memungkinkan setiap orang dengan mudah melakukan perbuatan hukum seperti transaksi melakukan jual-beli. Perkembangan internet memang cepat dan memberi pengaruh signifikan dalam segala aspek kehidupan kita.
Penggunaan internet tidak hanya terbatas pada pemanfaatan informasi yang dapat diakses melalui media ini, melainkan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perbankan. Bank di Indonesia mulai memasuki dunia maya yaitu mobile banking yang merupakan bentuk layanan perbankan secara elektronik melalui media internet. Mobile banking juga dipergunakan sebagai transaksi perbankan antara pihak bank dan nasabah dengan menggunakan smartphone.
Smartphone merupakan sebuah perangkat telepon yang memiliki fitur fasilitas yang menggunakan mobile internet seperti email, chatting, dan fitur aplikasi langsung dari Bank. Banyak konsumen yang menggunakan mobile banking pada telepon seluler mereka karena mempermudah mereka dalam memberikan akses informasi yang cepat pada jumlah tabungan dan catatan transaksi.
Dalam sistem mobile banking harus ada sistem mekanisme yang dapat menelusuri sistem mobile banking padasmartphone berjalan dengan baik dan lancar saat digunakan oleh nasabah-nasabah bank tersebut.

Keuntungan menggunakan M-Banking
Dengan adanya aturan penggunaan telepon seluler yang terdapat pada nasabah dan bank untuk saling menjaga privacy dan mempergunakannya dengan baik dan benar, pada fasilitas mobile banking terdapat sistem kontrol agar para pengguna dapat mengakses fasilitas tersebut maka Bank diharuskan untuk melakukan suatu hal yang memadai untuk menguji keaslian identitas dan otoritas dari bank kepada nasabahnya yang melakukan transaksi dari mobile banking. Dalam mobile banking, pengujian sebuah transaksi juga harus terbukti asli dan mendapat jaminan bahwa transaksi yang dilakukan oleh nasabah tidak dapat disangkal, juga tetap memiliki tanggung jawab setiap melakukan transaksi mobile banking. Bank yang memberikan fasilitas mobile banking perlu memastikan bahwa setiap transaksi selalu melakukan akses PIN ( Personal Identification Number) agar terhindar dari kejahatan sosial. Bank perlu memastikan tersedianya prosedur untuk melindungi sistem keamanan pada data, aplikasi dan setiap transaksi yang dilakukan pada saat pemakaian mobile banking.
Keunggulan dari menggunakan mobile banking adalah dapat diakses oleh semua pengguna telepon seluler dengan tipe jaringan GSM. Beberapa keuntungan lainnya seperti mobile banking lebih praktis dibandingkan internet banking karena dalam mobile banking dapat diakses asalkan nasabah memiliki konekvitas mobile pada saat kapanpun sedangkan internet banking diharuskan untuk memiliki akses internet sehingga apabila kita tidak memiliki akses internet maka kita tidak dapat mengaksesnya. Sedangkan dengan mobile banking dapat lebih menghemat waktu karena kita tidak memperhatikan sistem pembayaran dan transfer setiap nasabah untuk antri langsung seperti yang biasa dilakukan di bank.
Bank harus memiliki sistem privacy dan keamanan guna mengetahui apakah ada rekening yang salah untuk ditransfer.
Bank harus memastikan adanya pengendalian terhadap otorisasi dan hak akses yang tepat terhadap sistem mobile banking, database dan aplikasi lainnya.
Bank harus memiliki prosedur keadaan darurat dan berkesinambungan dalam usaha yang efektif untuk memastikan tersedianya sistem dan jasa mobile banking.
Kemudian bank juga harus memperhatikan dan tidak membocorkan data base setiap nasabah yang menyimpan dana dan melakukan transaksi dalam bank tersebut.
Perlu diketahui bahwa sistem tampilan pada mobile banking mudah dimengerti bagi setiap nasabah. Berbagai layanan yang ada dalam mobile banking seperti pembayaran, transfer, history, dan lain sebagainya menjadikan setiap nasabah lebih mudah dan praktis.
Selain keuntungan pada nasabah, dengan adanya mobile banking menjadikan Bank lebih praktis dan menguntungkan karena menjadikan hal-hal yang biasa semua nasabah bank melakukan akses apapun langsung ke bank tetapi dapat lebih praktis karena dilakukan sendiri.

Keterkaitan sistem Mobile Banking
Dibalik keuntungan menggunakan mobile banking yang dapat diakses melalui telepon seluler, nasabah diwajibkan untuk menjaga sistem keamanan pada telepon selulernya diperlukan juga masyarakat penggunanya untuk menjamin bahwa telepon seluler tersebut memakai password.
Banyak ahli keamanan yang secara umum setuju bahwa mobile banking lebih aman dibandingkan internet banking karena jika pada telepon seluler virus dalam internet tidak mudah untuk masuk. Tindak kejahatan yang ada pada mobile banking memungkinkan adanya SMS atau telepon palsu yang menyamar atau bisa sampai menghipnotis agar nasabah bank memberikan PIN dari ATM dan terjebak oleh seorang hacker. Hacker merupakan sesorang yang ingin atau sudah mengetahui secara mendalam cara kerja suatu sistem pada sebuah computer dengan menggunakan internet.
Perlu diingat juga, bahwa telepon seluler dapat dicuri atau hilang jadi untuk setiap nasabah diperlukan untuk tetap memakai PIN atau password pada telepon seluler milik pribadinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Nasabah memerlukan telepon seperti telepon seluler ataupun smartphone untuk dapat mengunakan mobile banking secara maksimal. Mobile banking tidak tersedia pada setiap telepon seluler dan ada beberapa bank yang bahkan tidak menyediakan fasilitas mobile banking sama sekali.
Pada zaman sekarang ini, banyak sekali smartphone seperti blackberry, iphone dan android yang memang sedang ramai dipasaran dan menjadikan smartphone tersebut sistem dari teknologi dan komunikasi bagi bank yang menjadikan mobile banking sebagai fasilitas bagi nasabah. Software mobile banking tidak selalu mendukung semua jenis telepon seluler. Jika nasabah tidak memiliki telepon seluler atau smartphone, tipe dari mobile banking yang dapat digunakan biasanya sangatlah terbatas.
Melakukan pengecekan rekening tabungan melalui SMS tidak menjadi masalah, akan tetapi fitur yang lebih canggih seperti transfer antar rekening dan rekening bank lainnya umumnya tidak tersedia bagi pengguna telepon seluler dengan fitur yang sudah lama dikarenakan akses tersebut tidak tersedia.

Fasilitas mobile banking memungkinkan tidak dapat diakses lebih bagi nasabah yang memakai telepon seluler yang tidak memiliki software tersebut. Hal ini menjadikan nasabah yang memakai fitur SMS harus mengeluarkan data biaya sms, sama halnya jika nasabah memakai mobile banking. Biaya ekstra ini akan cepat bertambah apabila nasabah sering mengkases mobile banking. Saluran ini pada dasarnya merupakan sebuah evolusi lebih lanjut dari Phone Banking yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via telepon seluler dengan perintah SMS.
Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam praktiknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms. Selain terdapatnya SMS banking, dalam mobile banking juga terdapat phone banking yang merupakan saluran yang melakukan transaksi bank via telepon.
Pada awalnya phone banking ini dilakukan dapat dilakukan dengan telepon rumah akan tetapi dengan seiring perkembangan zaman menjadikan phone banking dapat dilakukan dengan menggunakan telepon seluler. Dalam phone banking akan dilayani oleh Customer Service Operator (CSO) mengenai pemindahan buku antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik dan telepon), pembelian dan transaksi transfer. Perlu diketahui, fasilitas-fasilitas apapun yang terdapat akibat dari perkembangan teknologi dan komunikasi pada saat ini tetap memerlukan sistem keamanan, apalagi fasilitas tersebut menggunakan telepon seluler. Sistem keamanan dalam telepon seluler biasanya disebut dengan password yang merupakan alat terbaru yang digunakan oleh penyedia system keamanan dalam telepon seluler. Pada zaman sekarang ini, banyak telepon seluler terlebih pada smartphone yang langsung menggunakan fingerscan pada sebuah smartphone.

Untuk stabilitas para nasabah pengguna mobile banking memiliki tantangan bagi pendiri bank yang berskala infrastruktur mobile banking dalam menangani pertumbuhannya. Mobile banking memang mempermudah setiap nasabah yang mengerti dan mau mempelajari tata cara penggunaannya, jadi pada saat kapanpun dan di manapun nasabah tetap dapat mengakses segala macam fitur yang ada dalam mobile banking.
Agar sistem mobile banking dapat berjalan dengan baik, bank yang memberikan fasilitas mobile banking harus memastikan bahwa sistem tersebut dapat berjalan dengan baik. Harapan bagi setiap nasabah pengguna mobile banking biasanya lebih meningkat dan banyak nasabah yang memiliki kepercayaan dalam menggunakan mobile banking. Banyak manfaat, contoh, keunggulan dan kekurangan dari mobile banking yang sudah diuraikan diatas, jadi tergantung pada bagaimana nasabah menggunakan dan memanfaatkan fasilitas mobile banking secara baik, benar dan berguna.

Ringkasan
Elektronik Perbankan Mobile Banking atau yang biasa disebut dengan M-Banking merupakan sebuah kemajuan teknologi dan komunikasi yang dipakai sebagai fasilitas dari Bank kepada setiap nasabah bank. Fasilitas M-banking adalah sistem layanan dari lembaga keuangan atau Bank yang dapat diakses langsung melalui telepon seluler untuk sebuah transaksi seperti transfer, pembayaran dan pembelian. Ada tiga cara untuk dapat mengakses perbankan dengan menggunakan mobile banking, tergantung pada kompabilitas telepon seluler. Pertama, mobile banking dapat dilakukan melalui SMS di mana informasi saldo dan password perbankan dapat dikirim ke nasabah melalui SMS. Kedua, beberapa lembaga keuangan telah mendedikasikan aplikasi perangkat lunak yang dapat di download di telepon seluler seperti smartphone. Terakhir, telepon seluler dapat mengakses melalui fasilitas dari SIM Card. Fasilitas yang diberikan dari lembaga keuangan berupa M-Banking mempermudah setiap nasabah untuk mengakses transaksi dari Bank.

Sumber : Wikipedia

SMS Banking

SMS Banking
Teknologi komunikasi saat ini semakin berkembang dengan banyaknya smartphone yang membanjiri pasar di Indonesia. Salah satu mengapa smartphone begitu digandrungi masyarakat adalah karena selain sebagai alat komunikasi, dia bisa juga sebagai media transaksi produk dan layanan perbankan. Saat ini hampir semua orang menggunakan smartphone untuk berbagai macam keperluan, salah satunya yang populer adalah aplikasi chatting dengan model BBM, Whatsapp, Line, dan sebagainya. Namun masih ada satu fitur lama yang mulai banyak ditinggalkan, namun tetap eksis untuk transaksi perbankan yaitu SMS.

Ya, dia adalah satu aplikasi e-banking yang masih populer saat ini. SMS banking pada dasarnya digunakan untuk mempermudah nasabah yang ingin melakukan transaksi tanpa melalui teller atau ATM. Anda bisa melakukan transaksi seperti cek saldo, membayar tagihan listrik, membeli pulsa, transfer, dan lainnya hanya dengan melalui SMS Banking. Meskipun terdengar ketinggalan zaman, namun fitur SMS Banking ini memberikan kemudahan karena dirasa lebih mudah, cepat, dan praktis.

Alasan Menggunakan dan Cara Mengakses SMS Banking

SMS Banking punya keunggulan dibanding internet banking, karena tidak membutuhkan jaringan internet, terutama bagi warga yang ada di desa yang tak bisa selalu terhubung internet. Karena itu, SMS banking dianggap bisa menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Selain masalah koneksi internet, SMS Banking juga bisa dilakukan oleh para nasabah yang tak memiliki smartphone tetapi ingin melakukan transaksi secara mudah, cepat, dan praktis. Berbeda dengan internet banking yang memerlukan banyak tahapan untuk melakukan transaksi seperti cek saldo, seperti mesti memasukkan user ID dan password. Baru setelah itu bisa melakukan transaksi dengan memilih menu yang tersedia. Sedangkan SMS Banking hanya perlu mengirim kode ke nomer yang telah ditentukan untuk melakukan transaksi yang anda butuhkan. Sangat mudah dan praktis bukan?

SMS Banking bisa diakses melalui dua cara. Pertama, melalui SMS biasa dan paling umum digunakan. Caranya nasabah mengetik pesan berupa kode tertentu sesuai dengan transaksi yang ingin dilakukan dan mengirimkan pesan tersebut ke nomor yang telah disediakan dari Bank.
Misalnya jika Anda ingin melakukan transfer, Anda hanya perlu mengetik (rekening sumber), (rekening tujuan), (nominal), dan (password).
Cara kedua yaitu melalui SMS Toolkit.
Nasabah bisa menggunakan SMS Banking melalui menu dari SIM Card, tergantung provider yang Anda gunakan. Setiap provider mempunyai menu SMS Banking yang berbeda. Untuk bisa menggunakan SMS Banking, nasabah harus mendaftar ke bank untuk mendapatkan password agar bisa mengakses layanan ini. Setiap Bank punya petunjuk masing-masing tentang penggunaan SMS Banking, jadi Anda bisa mendatangi bank dan menanyakan penjelasan bagaimana menggunakan SMS Banking untuk bertransaksi.
Supaya gampang memahaminya, bila dijabarkan, SMS Banking seperti Anda mengirim pesan SMS banking ke operator, lalu operator seluler akan meneruskan pesan kepada aplikasi mobile banking pihak bank. Proses selanjutnya permintaan transaksi akan diteruskan ke server core banking yang berisi informasi akun nasabah. Sesaat kemudian server core banking akan memberikan respon atas SMS tersebut kemudian dikirimkan oleh aplikasi mobile banking kepada penyedia layanan Bulk SMS (layanan SMS massal) dan akan diteruskan kepada pengguna yang valid melalui SMS.

Berikut ini kami berikan contoh sebuah transaksi SMS Banking BRI

Ketik kode sebagai berikut :
Informasi Saldo : SALDO [spasi] PIN SMS
Transfer sesama BRI : TRANSFER BRI No.Rek. Tujuan [spasi] Nominal [spasi] PIN SMS.
Bayar kartu Kredit : BAYAR [spasi] CITI Nomor Kartu [spasi] Nominal [spasi] PIN SMS.
Beli Pulsa : PULSA [spasi] Nomor HP [spasi] Nominal/1000 [spasi] PIN SMS.

Segala kemudahan yang diberikan melalui fasilitas sms banking selalu diikuti dengan kelebihan dan kekurangan seperti uraian di bawah ini.

Sama seperti layanan bank lain, pada dasarnya, SMS banking juga memiliki sejumlah keunggulan dan kekurangan. Apa sajakah keunggulan dan kekurangan yang dimaksud? Berikut ini adalah penjabarannya.

Kelebihan
Dengan menggunakan sms banking, nasabah bisa bertransaksi keuangan dengan mudah dan praktis di mana pun ia berada.
Jika dilihat dari sisi keamanan, transaksi keuangan menggunakan sms banking lebih terjaga karena data-data bisa dengan mudah dihapus, selain itu transaksi ini bebas gangguan eksternal seperti mati listrik dan koneksi internet.

Kekurangan
Kurang fleksibel akibat terbatasnya pengelolaan transaksi keuangan sehingga tak bisa membuat transaksi keuangan yang banyak dalam satu waktu sekaligus.
Relatif sedikit lebih mahal saat pemakaian sms banking karena terkadang ada tambahan biaya administrasi lainnya untuk transaksi-transaksi tertentu. Pengenaan tarif biasanya sekitar Rp500,-
Risiko Menggunakan SMS Banking

Itulah beberapa keuntungan dan kekurangan yang dasarnya dimiiki oleh SMS banking. Sebagai tambahan, sebenarnya risiko penyadapan dan data terekam dari SMS Banking cukup membuat penggguna was was.
Misalnya saja PIN yang digunakan untuk melakukan transaksi terkadang masih tersimpan dalam kotak keluar SMS atau sms outbox. Sehingga apabila ada orang yang meminjam handphone, Anda bisa menemukan atau melihat PIN yang sudah pernah digunakan tersebut. Bayangkan saja seandainya handphone Anda hilang dan masih ada history send message-nya, maka PIN SMS Banking milik Anda juga bisa diketahui oleh orang lain. Kecanggihan teknologi membuat beberapa operator mempunyai metode yang bisa digunakan untuk menyadap SMS, misalnya adanya fasilitas forward dan copy SMS. Fitur ini memberi kemudahan bagi setiap kali orang melakukan pengiriaman SMS maka pesan yang dikirimkan juga akan dikirimkan pada nomor orang lain.

Selain itu sebenarnya ada pengalaman dari beberapa pengguna yang sedikit mengkhawatirkan, yaitu saat kita menggunakan sms banking dan ternyata tidak adanya respon sama sekali ketika kita memberikan perintah SMS Banking. Beberapa pengguna merasa cukup sering mengalami situasi yang digambarkan tersebut. Karena, biasanya ada 2 kemungkinan ketik hal tersebut terjadi, transaksi berhasil atau gagal. Untuk tahu transaksi tersebut gagal atau berhasil, Anda harus menghubungi call center bank terkait. Namun masalahnya, biasanya pengguna sms banking malah menggunakan asumsi. Terkadang, mereka akan saja mengulang transaksi meski belum tahu transaksi berhasil atau tidak. Padahal itu akan memberikan risiko terjadi dobel bayar? Nah, di sini letak masalah terbesar itu muncul.

Terakhir, ada lagi sedikit hal yang membuat transaski sms banking dianggap kurang praktis, yaitu ketika nasabah harus menghafalkan setiap kode yang dibutuhkan untuk melakukan masing-masing transaksi. Di mana, setiap transaksi yang dilakukan menggunakan kode yang berbeda, oleh karena itu jika nasabah lupa nomor kode yang dibutuhkan, ia tak akan bisa melakukan transaksi.


Jadi, Pilih Internet Banking atau SMS Banking?
Lalu sebaiknya kita mesti menggunakan layanan yang mana, apakah sms atau internet banking? Menurut hemat kami sesuaikan dengan kondisi. Jika untuk pengiriman dan pembayaran, sebaiknya Anda menggunakan SMS Banking, karena lebih aman. Anda juga bisa segera menghapus pesan terkirim untuk menghindari akses dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan PIN yang telah diketahui oleh mereka. Kelebihan lainnya yaitu aman dari masalah gangguan listrik, gagal koneksi, dan lain-lain. Namun ada sedikit tambahan proses, yaitu jika sudah melakukan aktivitas finansial, tapi belum menerima SMS balasan, coba cek saldo lewat Internet Banking untuk memastikan sudah terkirim atau belum selama menunggu SMS balasan.

Tidak cuma itu, sms banking akan memberikan biaya akses yang lebih mahal dari pada layanan Internet Banking. Oleh karena itu, pilh saja operator yang bertarif murah. Nasabah yang memiliki smartphone bisa menggunakan kedua fitur baik SMS Banking maupun Internet Banking. Saat tidak terhubung dengan koneksi internet, Anda bisa melakukan transaksi melalui SMS. Begitu pula sebaliknya, Anda bisa mencari koneksi internet gratis seperti wifi ketika sedang tidak memiliki pulsa. Namun dengan terdaftar di kedua fitur tersebut, Anda juga harus lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Keamanan dalam menggunakan kedua fitur tersebut harus selalu diperhatikan agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, sekarang anda paham bukan kelebihan dan kekurangan internet banking dan sms banking bisa dimanfaatkan secara bersamaan. Jangan fanatik terhadap salah satu fitur, lebih baik kedua layanan tersebut dimiliki oleh Anda. Yang terpenting, segala hal transaksi keuangan harus memakai perangkat digital pribadi. Jangan sekali-kali memakai perangkat digital publik karena data pribadi Anda rawan dicuri dengan berbagai teknik software yang terpasang di jaringan publik.

Sumber : Berbagai sumber